Rabu, 20 Januari 2021

Mati Rasa


Rina Nuraeni, S.Pd (Tasikmalaya, 190121)

Ternyata ku tak bisa

Mungkin masih ada rasa

Entah sampai kapan 

Sadar cinta didusta


Entah pun nanti

Saat nafas berhenti

Hati kan menyadari

Tak ada lagi peduli

Rasa yang tak peka

Sayang tanpa cemburu

Sejak cinta kehilangan makna

Dan tersayat sembilu


Namun harus selalu kau ingat

Ada rasa yang perlu di jaga 


Salam sobat BeTi (Bengkel Hati)...
Saya disini mau mencoba memaknai puisi "Mati Rasa".
Berdasarkan komentar-komentar sobat BeTi di bawah, ternyata semuanya memberi kesan patah hati. Dan memang itulah yang tergambar dari puisi ini. Perasaan seorang wanita yang merasa cintanya didusta, karena seseorang tidak mencintainya dengan tulus. Padahal dia sebaliknya sangat mencintai pasangannya. Sehingga ketika tau tidak dicintai dengan tulus, maka cemburu merajainya. Sementara pasangannya terkesan cuek tidak peka dan malah balik tidak suka jika pasangannya ini selalu cemburu. Padahal cemburu bukan tak beralasan. 

Penulis ingin menyampaikan pesan bahwa selama masih ada rasa cinta maka wajar ada cemburu, dan kalau pasangannya itu tidak ingin dicemburui artinya ia harus melepaskan cintanya, mengikis rasa sayangnya. Kalau cintanya sudah hilang maka ia tidak akan peduli lagi walau pasti akan terasa amat sakit. 

Namun penulis menegaskan dan memberi amanat bahwa sebebas apapun, seleluasa apapun seseorang yang sudah berpasangan, WAJIB menjaga perasaan pasangannya masing-masing, wajib peka dengan hati pasangan, wajib menjaga kepercayaan.
Karena diantara dua insan berlainan jenis  bukan mahram, yang ketiganya adalah syaithan...

Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/5366-berdua-duaan-dengan-wanita.html

Nauudzubillahi min dzaalika...
Semoga Alloh menjaga hati kita dan pasangan kita dari godaan syaithan yang terkutuk...   

17 komentar:

  1. Puisi yg menggugah hati,sukses ya bu

    BalasHapus
  2. Puisi berbagi ... Salam sukses Bu

    BalasHapus
  3. Ada penggalan:
    Sejak cinta kehilangan makna
    Dan tertikam sembilu

    Tertikam sembilu tidak akan terasa sakit. Yang pedih dan perih itu tersayat sembilu.

    He he he

    BalasHapus
  4. Bunda ...trimks share ilmunya. Waduh siapa yg lagi patah hati??? Lihat gambar, semoga cepat ada gantinha keren...

    BalasHapus
  5. Duuuhhhh jangan sampai lah menyakiti orang yang kita cintai, apalagi menikam dari belakang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btul bp.. Jngn sampai terjadi hal yg tdk diinginkan.. Sakitnya tuh disini 😁

      Hapus
  6. Waduhh... Jadi berasa Patah Hatinya.!!

    BalasHapus
  7. Betul-betut larut dalam uantaian kata. Aksara syarat makna..luar biasa Bu.

    BalasHapus
  8. Yuuh sakit memang..jk sampai patah hati

    BalasHapus
  9. Isi puisinya ikut merasa dikhianati. Antara marah dan sabar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu, tepat sekali penghayatanny keren 😍

      Hapus

Panggil Aku..., oh Tuhan Aku Lelah

Rina Nuraeni (02-02-22) Selalu,  Tersisih, Terabaikan Ku tak peduli selama di hati masih terkasih Selalu, Bukan aku yang disana Ku tak hirau...