Ilustrasi patah hati. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Anna Marynenko
Rina Nuraeni, S.Pd (Tasikmalaya, 190121)
Ternyata ku tak bisa
Mungkin masih ada rasa
Entah sampai kapan
Sadar cinta didusta
Entah pun nanti
Saat nafas berhenti
Hati kan menyadari
Tak ada lagi peduli
Rasa yang tak peka
Sayang tanpa cemburu
Sejak cinta kehilangan makna
Dan tersayat sembilu
Namun harus selalu kau ingat
Ada rasa yang perlu di jaga
Salam sobat BeTi (Bengkel Hati)...
Saya disini mau mencoba memaknai puisi "Mati Rasa".
Berdasarkan komentar-komentar sobat BeTi di bawah, ternyata semuanya memberi kesan patah hati. Dan memang itulah yang tergambar dari puisi ini. Perasaan seorang wanita yang merasa cintanya didusta, karena seseorang tidak mencintainya dengan tulus. Padahal dia sebaliknya sangat mencintai pasangannya. Sehingga ketika tau tidak dicintai dengan tulus, maka cemburu merajainya. Sementara pasangannya terkesan cuek tidak peka dan malah balik tidak suka jika pasangannya ini selalu cemburu. Padahal cemburu bukan tak beralasan.
Penulis ingin menyampaikan pesan bahwa selama masih ada rasa cinta maka wajar ada cemburu, dan kalau pasangannya itu tidak ingin dicemburui artinya ia harus melepaskan cintanya, mengikis rasa sayangnya. Kalau cintanya sudah hilang maka ia tidak akan peduli lagi walau pasti akan terasa amat sakit.
Namun penulis menegaskan dan memberi amanat bahwa sebebas apapun, seleluasa apapun seseorang yang sudah berpasangan, WAJIB menjaga perasaan pasangannya masing-masing, wajib peka dengan hati pasangan, wajib menjaga kepercayaan.
Karena diantara dua insan berlainan jenis bukan mahram, yang ketiganya adalah syaithan...
“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).
Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/5366-berdua-duaan-dengan-wanita.html
Nauudzubillahi min dzaalika...
Semoga Alloh menjaga hati kita dan pasangan kita dari godaan syaithan yang terkutuk...
Puisi yg menggugah hati,sukses ya bu
BalasHapusPuisi berbagi ... Salam sukses Bu
BalasHapusAda penggalan:
BalasHapusSejak cinta kehilangan makna
Dan tertikam sembilu
Tertikam sembilu tidak akan terasa sakit. Yang pedih dan perih itu tersayat sembilu.
He he he
Siap bp.. Terimakasih 😊
HapusBunda ...trimks share ilmunya. Waduh siapa yg lagi patah hati??? Lihat gambar, semoga cepat ada gantinha keren...
BalasHapusTeringt masa llu bun.. Curhat ja..
HapusDuuuhhhh jangan sampai lah menyakiti orang yang kita cintai, apalagi menikam dari belakang..
BalasHapusBtul bp.. Jngn sampai terjadi hal yg tdk diinginkan.. Sakitnya tuh disini 😁
HapusWaduhh... Jadi berasa Patah Hatinya.!!
BalasHapusBetul-betut larut dalam uantaian kata. Aksara syarat makna..luar biasa Bu.
BalasHapusYuuh sakit memang..jk sampai patah hati
BalasHapusSakitnya dihianati..
BalasHapusSaakkiitttt
BalasHapusIsi puisinya ikut merasa dikhianati. Antara marah dan sabar.
BalasHapusTerimakasih bu, tepat sekali penghayatanny keren 😍
HapusMemang enak tersakiti,,? Yuk beri simpati
BalasHapusTerasa sakit juga di hati ini
BalasHapus